4 Tips Memilih Saklar yang Tepat

Saklar merupakan salah satu alat kelistrikan yang memiliki peran yang amat penting dalam menyambung atau memutuskan arus listrik yang tersambung pada lampu.

Umumnya saklar terbuat dari bahan plastik atau mika dengan bentuk persegi. Namun ada juga jenis saklar yang dibuat tergantung seperti saklar pada lampu belajar.

Saklar berkaitan erat dengan listrik. Oleh karena itu, sebaiknya jangan sembarangan dalam memilih saklar agar mencegah terjadinya korsleting akibat arus pendek listrik.

Berikut beberapa tips memilih saklar yang tepat:

1. Coba Tekan Tombol Saklar Secara Berulang

Salah satu tips memilih saklar yang bisa dilakukan yakni dengan menekan tombol saklar atau rocker secara berulang. Saklar dengan kualitas baik biasanya akan menghasilkan bunyi “klik” yang lembut ketika tombol ditekan pada posisi menyala atau mati.

Dengan menekan tombol pada saklar dapat diketahui kualitas pegas yang terdapat pada saklar.

Pegas saklar yang berkualitas terbuat dari bahan yang lunak sehingga kelenturannya tidak akan berkurang meskipun pegas telah digunakan dalam jangka waktu lama dan frekuensi tinggi.

2. Periksa Kekuatan Kabel Terminal

Selain tombol, tips memilih saklar adalah dengan memperhatikan kabel terminal apakah kabel yang dimilikinya cukup kuat atau tidak.

Untuk mengetahuinya cukup mudah yakni dengan menusukkan sebuah kabel jenis NYA ke bagian dalam lubang terminal, lalu tarik secara perlahan. Pada kondisi ini, kabel tidak akan mudah terlepas dari lubang terminal saklar.

Dan untuk melepas kabel tersebut, cukup dengan menekan isolator yang berada di atas terminal. Nantinya isolator ditekan bersamaan dengan menaik kabel dari lubang terminal.

Isolator saklar yang berkualitas dapat diketahui dengan menekannya secara berulang tanpa mengurangi kekuatan terminal kabel saklar.

3. Pilih Saklar Sesuai Dengan Penempatannya

Ada baiknya sebelum membeli saklar tentukan terlebih dahulu lokasi atau tempat mana saja yang akan terpasang saklar. Hal ini berhubungan dengan cara instalasi atau pemasangan saklar nantinya.

Jika dilihat dari cara pemasangannya, saklar dibedakan menjadi dua jenis yakni saklar inbow dan saklar outbow.

Saklar inbow atau saklar IB merupakan saklar yang dipasang dengan cara ditanam pada tembok. Kabel serta bagian dalam saklar disembunyikan di dalam dinding sehingga tidak akan tampak dari luar.

Bentuk saklar ini terlihat rapi karena hanya menampilkan bagian tombol dan dudukan saklar saja.

Saklar outbow atau saklar OB adalah jenis saklar yang sesuai untuk bangunan lama yang ingin ditambahkan saklar tanpa harus membuat lubang pada dinding. Pemasangannya cukup dengan cara ditempel pada permukaan dinding.

Memasang saklar outbow cukup mudah dan praktis dibandingkan dengan saklar inbow. Saklar ini juga sangat efektif serta mudah untuk dilepas. Meskipun begitu saklar outbow terlihat kurang rapi sebab kabel dapat terlihat dari luar.

4. Pilih Jumlah Tombol Sesuai Kebutuhan

Terdapat istilah gang untuk saklar yang merujuk pada jumlah tombol. Jika sebuah saklar bertuliskan 1 gang, artinya saklar tersebut dapat mengontrol 1 buah lampu saja dan saklar ini disebut sebagai saklar tunggal.

Sedangkan saklar 2 gang artinya saklar ini mempunyai tombol sebanyak 2 buah atau bisa disebut sebagai saklar ganda, dan saklar model ini dapat mengontrol lebih dari satu lampu.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pemasangan saklar ada baiknya melakukan perencanaan terlebih dahulu. Sebab hal ini berhubungan dengan jenis saklar yang akan digunakan nantinya, apakah saklar 1 gang atau 3 gang.

Sebagai contoh untuk sebuah ruangan yang membutuhkan lampu lebih dari 1, sebaiknya untuk menggunakan saklar jenis ganda.

Demikian beberapa tips memilih saklar yang baik dan benar. Selain tips di atas, hal yang juga harus diperhatikan juga yakni merek skalar. Pastikan jika saklar tersebut berasal dari merek yang telah terkenal dengan kualitasnya serta berstandar SNI.