5 Penyebab Kipas Angin Berbunyi Berisik dan Cara Mengatasinya

Kipas angin merupakan alat elektronik yang berfungsi untuk menghembuskan angin. Kipas angin ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan AC.

Beberapa keunggulannya antara lain adalah mudah dibawa-bawa, hemat listrik, mudah dibersihkan dan dirawat, dan juga harganya yang terjangkau. Jenis kipas angin pun juga banyak variasinya.

Setiap rumah pasti memiliki alat elektronik ini. Mengubah dari energi listrik menjadi gerak sehingga baling-baling bisa berputar dan menghasilkan angin, adalah prinsip kerja dari kipas angin ini.

Terdapat beberapa tombol untuk mengatur kecepatan. Umumnya kecepatan angin yang tersedia adalah kecepatan 1 hingga 3.

Karena kipas angin merupakan alat elektronik yang begitu berguna untuk mendinginkan ruangan, saat kipas mengalami masalah akan menjadi hal yang cukup serius.

Anda akan merasa gerah dan tidak nyaman terlebih lagi saat di siang hari yang panas. Salah satu jenis kerusakan kipas angin yang kerap dialami adalah kipas angin berbunyi berisik.

Kipas angin berisik tentu bisa muncul karena adanya suatu sebab. Tentunya, Anda harus segera mengatasi masalah ini jika ingin kipas angin bisa digunakan kembali.

Berikut ini beberapa penyebab dari kipas angin yang berisik dan juga cara mengatasinya:

1. Debu dan Kotoran Menumpuk

Penyebab kipas angin berisik yang pertama adalah adanya debu dan kotoran yang menumpuk. Biasanya debu dan kotoran ingin menempel pada bagian cover pelindung kipas, pada as rotor kipas, dan pada baling-baling kipas.

Debu dan kotoran ini akan menyebabkan baling-baling dan as rotor menjadi terhambat dalam meneruskan energi gerak. Sehingga as rotor tertahan yang mana akan menyebabkan bunyi dari hal tersebut.

Munculnya debu dan kotoran biasanya karena tidak pernah dilakukan perawatan pada kipas. Kipas angin yang dibiarkan dalam jangka waktu yang lama tentu akan berdebu. Sudah digunakan saja masih bisa berdebu, apalagi jika kipas dibiarkan dalam keadaan mati.

Untuk mengatasi hal ini Anda harus membersihkan kotoran yang ada di baling-baling kipas dan as rotor. Serta bersihkan juga bagian cover kipas agar kebersihan angin yang dihasilkan benar-benar terjaga.

Anda bisa mencuci baling-baling tersebut dengan air sabun lalu mengeringkannya hingga benar-benar kering. Untuk membersihkan as rotor, gunakan lap atau microfiber dengan mengusapnya secara perlahan.

2. Sekrup Kipas Angin Kendur

Penyebab yang kedua adalah sekrup kipas angin yang kendur. Dalam sebuah kipas angin terdapat beberapa sekrup seperti:

  • Sekrup untuk bagian kaki kipas
  • Sekrup untuk bagian bodi kipas
  • Sekrup untuk pengaturan tinggi kipas
  • Sekrup untuk mengatur arah hembusan
  • Sekrup untuk mengunci baling-baling
  • Sekrup penahan cover kipas
  • Sekrup dari wadah kipas

Jika terdapat sekrup yang kendur atau lepas tentunya getaran yang timbul akibat putaran motor dan baling-baling akan semakin besar sehingga bisa menimbulkan bunyi dari kipas itu sendiri.

Untuk mengatasi hal ini Anda harus mengencangkan sekrup-sekrup yang dirasa kendur. Lakukan pengecekan terlebih dahulu untuk setiap bagian kipas angin yang terdapat sekrupnya.

Jika sekrup hilang, Anda harus menggantinya dengan yang baru. Sekrup-sekrup ini mudah ditemukan di toko elektronik.

3. Baling-Baling Kipas yang Patah

Penyebab berikutnya adalah baling-baling kipas yang patah. Baling-baling kipas bisa patah karena saat baling-baling sedang berputar terkena benda lainnya yang masuk melalui sela-sela cover.

Jika baling-baling patah, maka bisa menyebabkan baling-baling tidak seimbang yang mana hal ini menimbulkan bunyi bising.

Untuk mengatasi hal ini Anda harus mengganti baling-baling kipas dengan yang baru. Ada banyak baling-baling kipas unviersal yang tersedia di berbagai toko elektronik.

Cara menggantinya, Anda perlu menggunakan obeng plus untuk membuka sekrup penahan cover kipas. Lalu, putar sekrup penahan baling-baling ke kanan.

Lepas baling-baling yang patah dan ganti dengan yang baru. Pastikan baling-baling tersebut sudah pas dengan posisinya karena adanya besi kecil sebagai penahan baling-baling tersebut.

4. As Rotor yang Seret

Penyebab kipas berisik yang keempat adalah as rotor kipas yang seret. Kipas angin yang berputar terus menerus menyebabkan pelumas yang terdapat pada as rotor aus sehingga as rotor bisa seret atau macet.

Pada saat kipas berputar, as rotor yang seret ini dipaksa berputar oleh motor listrik sehingga menyebabkan bunyi dari pergesekan as rotor dan bushing.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menambahkan pelumas berupa oli atau minyak ke bagian batas ar rotor tersebut. Sebelumnya, pastikan Anda telah membersihkan batang rotor tersebut.

Olesi batang as rotor secara perlahan dan putar perlahan as rotor tersebut agar semua bagian terlumasi.

5. Bushing Kipas yang Rusak

Dan penyebab yang terakhir adalah bushing kipas yang rusak. Bushing ini digunakan untuk menyangga atau menopang as rotor yang berputar.

Jika bushing ini rusak maka saat as rotor berputar akan menyebabkan getaran yang menimbulkan bunyi pada bagian tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, Anda harus melakukan pergantian bushing kipas. Untuk melakukannya Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Buka terlebih dahulu cover kipas.
  • Lepaskan baling-baling kipas.
  • Buka penutup cover belakang kipas.
  • Lepaskan wadah motor kipas dengan cara melepas sekrup yang menempel pada wadah tersebut.
  • Buka mur dan baut dari motor kipas.
  • Ganti bushing yang terdapat di bagian depan motor kipas.

Perhatikan hal-hal diatas dengan baik agar bisa memperbaiki kipas angin yang berbunyi berisik di rumah Anda. Pastikan Anda telah mencabut kipas angin dari sumber listrik dan lakukan dengan hati-hati.