Multimeter: Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Dalam dunia elektronika terdapat sebuah perangkat yang mempunyai fungsi yang amat penting bernama multimeter. Multimeter atau biasa dikenal juga dengan nama multitester merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui nilai tegangan, kuat arus, hambatan, dan resistansi (perubahan arus listrik) listrik pada sebuah rangkaian elektronika.

Tidak heran jika keberadaan sebuah multimeter sangat penting bagi seorang teknisi dalam membuat ataupun memperbaiki suatu rangkaian listrik. Tanpa adanya multimeter, maka pengukuran kuat arus, tegangan, hingga hambatan listrik menjadi kurang valid.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu multimeter, mari simak fungsi, jenis, dan cara menggunakannya di bawah ini!

Fungsi Multimeter

Multimeter adalah alat ukur yang cukup terkenal di bidang kelistrikan ataupun elektronik. Hal ini disebabkan karena multimeter memiliki banyak fungsi, antara lain:

1. Mengukur Tegangan Listrik

Fungsi pertama dari multimeter adalah mengukur tegangan listrik pada sebuah rangkaian listrik atau elektronika. Tegangan listrik atau voltase pada suatu rangkaian dapat diketahui dengan cara memutar saklar selector ke arah tegangan listrik (V) ke batas ukur maksimum yang terdapat pada multimeter. Oleh karena itu sangat penting untuk memprediksi terlebih dahulu level tegangan suatu rangkaian listrik yang akan diukur nantinya.

2. Mengukur Kuat Arus Listrik

Fungsi berikutnya dari multimeter yakni untuk mengukur kuat arus listrik pada rangkaian listrik. Kuat arus listrik atau ampere yang dapat dihitung oleh multimeter terbagi menjadi dua jenis yakni arus AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current). Kedua arus tersebut mempunyai sifat yang berbeda sehingga dibutuhkan ketelitian saat sedang melakukan pengukuran dengan multimeter.

Selain memperhatikan jenis arus listrik, perhatikan juga jangkauan batas maksimumnya. Hal ini untuk mencegah multimeter mengalami kerusakan ketika digunakan.

3. Mengukur Hambatan Listrik

Fungsi multimeter selanjutnya adalah mengukur hambatan listrik pada suatu rangkaian listrik. Hambatan listrik atau resistensi dinyatakan dalam satuan Ohm. Hambatan pada rangkaian listrik sangat diperlukan guna memperkecil kuat arus yang mengalir agar tidak terlalu berlebih. Besarnya hambatan tergantung dari kuat arus listrik.

Menghitung hambatan listrik dimulai dari kalibarasi dan menentukan posisi skala dari nol. Selain itu, penting untuk memperhatikan batas ukur resistensi ketika menggunakan multimeter.

4. Mengukur Transistor

Terdapat fungsi lain dari multimeter yakni mengukur transistor atau Hfe rangkaian listrik. Dalam hal ini multimeter digunakan untuk mengetahui nilai dari faktor penguatan transistor yang umumnya terdapat pada tipe PNP dan NPN.

5. Mengukur Tingkat Frekuensi Sinyal

Multimeter juga dapat berfungsi mengukur tingkat atau nilai frekuensi sinyal pada rangkaian listrik atau komponen elektronika.

Mengukur Kapasitas Fungsi terakhir dari multimeter adalah dapat mengetahui besarnya kapasitas suatu kapasitor dalam sebuah rangkaian elektronika. Fungsi ini biasanya hanya ditemukan pada multimeter digital.

Jenis-Jenis Multimeter

Secara umum, multimeter terbagi menjadi dua jenis yakni multimeter analog dan multimeter digital. Keduanya memiliki fungsi yang sama, hanya saja penampilan hasil perhitungan yang berbeda.

1. Multimeter Analog

multimeter analog

Sesuai namanya, multimeter analog merupakan jenis multimeter yang bentuk pengukurannya dilakukan secara manual berdasarkan pada skala serta penunjuk jarum skala ketika menampilkan hasil pembacaan.

Jenis ini merupakan model pertama multimeter dan telah banyak digunakan untuk melakukan pemeriksaan rangkaian listrik. Salah satu ciri utama dari multimeter ini adalah adanya tampilan jarum jam yang dilengkapi dengan jangkauan-jangkauan angka hasil ukur.

Tidak heran jika pengukuran menggunakan multimeter ini diperlukan ketelitian, terutama ketika menghitung tegangan listrik (voltase). Untuk beberapa kasus, hasil pengukuran kurang akurat sehingga dapat menimbulkan kesalahan.

Namun demikian dari segi harga multimeter analog lebih murah serta mudah untuk diperbaiki apabila terjadi kerusakan.

2. Multimeter Digital

multimeter digital

Multimeter digital juga dikenal dengan sebutan Digital Volt Ohm Meter (DVOM) atau Digital Multi Meter (DMM). Multimeter digital memiliki fungsi yang sama dengan multimeter analog yakni menghitung kuat arus, tegangan, dan hambatan pada rangkaian listrik. Hanya saja hasil pengukuran dengan multimeter digital ditampilkan dalam bentuk numerik pada layar LCD.

Cara kerja multimeter digital lebih praktis dan mudah digunakan jika dibandingkan dengan multimeter analog. Bahkan hasil perhitungan dengan multimeter ini memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. Meskipun begitu, multimeter digital rentan mengalami kerusakan apabila terjadi kesalahan dalam menentukan tipe listrik. Selain itu, harga multimeter digital cukup mahal dan tidak mudah untuk diperbaiki apabila terjadi kerusakan.

Cara Menggunakannya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, multimeter merupakan alat yang dapat mengukur tegangan (voltase), kuat arus (ampere), dan hambatan atau resistansi (ohm) pada suatu rangkaian listrik. Oleh karena itu, cara menggunakan multimeter harus disesuaikan dengan tujuan pengukuran.

Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

  1. Atur posisi saklar selektor multimeter pada ACV.
  2. Pilih skala yang dianggap sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Misal, jika ingin mengukur suatu rangkaian yang memiliki tegangan 220 Volt, maka putar saklar selektor pada posisi 300 Volt. Namun apabila tidak diketahui berapa besarnya tegangan yang akan diukur, disarankan untuk memilih skala tegangan tertinggi. (Hal ini untuk menghindari kerusakan pada multimeter).
  3. Hubungkan probe pada terminal tegangan yang akan diukur. Perlu diketahui, tegangan AC tidak mempunyai kutub atau polaritas positif (+) atau negatif (-).
  4. Baca dan catat hasil pengukuran yang tertera pada display multimeter.

Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)

  1. Atur posisi saklar selektor multimeter pada DCV.
  2. Pilih skala yang dianggap sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Misal, jika ingin mengukur suatu rangkaian yang mempunyai tegangan 9 Volt, maka putar saklar selektor pada posisi 12 Volt. Namun apabila tidak diketahui berapa besarnya tegangan yang akan diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi agar menghindari kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe pada terminal tegangan yang akan diukur. Perlu diketahui jika tegangan DC memiliki kutub atau polaritas. Hubungkan probe merah pada terminal positif dan probe hitam ke terminal negatif (-). Pastikan probe tidak tertukar pada saat proses penghubungan.
  4. Baca dan catat hasil pengukuran yang tertera pada display multimeter.

Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

  1. Atur posisi saklar selektor pada DCA.
  2. Kemudian pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Apabila arus yang akan diukur memiliki nilai sebesar 100 mA, maka putar atau posisikan saklar selektor pada 300 mA (0,3A). Namun apabila arus yang diukur melebihi skala yang ditentukan pada saklar selektor, maka sekering pada multimeter akan terputus. Jika sudah begitu, sekering harus diganti sebelum dapat digunakan kembali.
  3. Lalu putuskan jalur catu daya atau power supply yang terhubung pada beban.
  4. Hubungkan probe multimeter pada terminal jalur yang telah diputuskan sebelumnya. Hubungkan probe merah pada output tegangan positif (+) dan probe hitam pada input tegangan negatif (-).
  5. Baca dan catat hasil perhitungan yang terdapat pada display multimeter.

Cara Mengukur Hambatan (Ohm)

  1. Atur dan posisikan saklar selektor pada Ohm.
  2. Lalu pilih skala yang sesuai dengan perkiraan ohm atau hambatan yang akan diukur. Pada multimeter analog bisa diawali dengan tanda “X” yang berarti “kali”.
  3. Hubungkan probe sesuai dengan kutubnya. Probe merah untuk kutub positif (+) dan probe hitam untuk kutub negatif (-).
  4. Baca dan catat hasil pengukuran yang terdapat pada display multimeter. Khusus untuk multimeter analog, dibutuhkan pengalian dengan pengaturan yang terdapat pada langkah ke-2).

Demikian penjelasan mengenai multimeter. Penggunaan multimeter tidak boleh sembarangan untuk menghindari kerusakan pada alat ukur ini. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.