2 Jenis Tali Untuk Panjat Tebing

Panjat tebing merupakan salah satu kelompok olahraga ekstrim yang membutuhkan keahilan dan ketrampilan khusus. Banyak hal yang harus dikuasi seseorang sebelum melakukan olahraga panjat tebing, mulai dari membuat simpul tali untuk panjat tebing, memilih jalur panjat yang aman, hingga menguasai teknik-teknik panjat tebing.

Tidak heran jika untuk melakukan panjat tebing dibutuhkan berbagai peralatan guna menjaga keselamatan. Salah satu peralatan penting yang harus diperhatikan dan menjadi ciri khas olahraga panjat tebing adalah tali.

Tali pada panjat tebing mempunyai fungsi yang amat penting yakni menjaga keselamatan atau sebagai pengaman apabila pemanjat terjatuh saat sedang memanjat tebing. Tidak heran jika tali yang digunakan harus terbuat dari material khusus yang mampu menopang berat badan dengan baik serta tidak mudah rusak apabila bergesekan dengan permukaan batuan.

Sebagai pemula atau yang tertarik dengan olahraga panjat tebing, tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis tali untuk panjat tebing yang biasa digunakan oleh para profesional. Berikut daftarnya!

Jenis Tali Panjat Tebing

Tali yang biasa digunakan untuk olahraga panjat tebing mempunyai panjang berkisar 50 meter. Dan secara umum tali panjat tebing terbagi menjadi 2 jenis yakni tali kernmantel dan tali hawserlaid. Kedua jenis tali tersebut tentu mempunyai fungsi dan bentuk yang berbeda.

Tali Kernmantel

Tali kernmantel merupakan sebuah tali yang tersusun dari  komponen kern yakni serat-serat nilon (pada bagian inti) yang nantinya ditutup oleh mantel (pada bagian luar). Tali ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

Kernmantel Statis

Kernmantel Statis

Sesuai namanya, tali kernmantel mempunyai daya kelenturan yang cukup rendah yakni sekitar 15%. Oleh karena itu, tali ini tidak mudah melar dan cendrung terasa kaku. Warna yang dimilikinya juga tidak cerah yakni berwarna putih atau hijau. Tali kernmantel biasanya digunakan untuk lintasan ascending dan descending.

Kernmantel Dinamis

Kernmantel Dinamis

Berbeda dengan sebelumnya, tali kernmantel dinamis termasuk tali yang mudah renggang. Daya renggang tali ini berkisar antara 25-30% yang membuatnya menjadi mudah elastis dan lentur. Dengan sifat yang dimilikinya, tali kernmantel dinamis sangat cocok digunakan sebagai lintasan ketika panjat tebing.

Tidak hanya itu, kelenturan yang dimilikinya dapat mengurangi beban kejut dari pemanjat tebing jika tergelincir atau terjatuh. Dengan begitu, resiko mengalami cedera akibat berbenturan dengan dinding tebing dapat dikurangi.

Kernmantel Semi Statis

Kernmantel Semi Statis

Jenis kernmantel ini mempunyai daya elastisitas  antara statis dan dinamis. Tali ini tidak begitu kaku seperti kernmantel statis, namun jika digunakan mempunyai daya renggang yang mirip dengan kernmantel dinamis. Kernmantel semi statis sangat cocok untuk digunakan pada lintasan panjat tebing descending ataupun ascending.

Tali Hawserlaid

Tali hawserlaid

Tali hawserlaid adalah jenis tali yang berasal dari serat alam yang tersusun dari tiga jalinan dengan masing-masing jalinan terdiri atas jalinan lebih kecil. Pembuatan tali ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama kumpulan benang atau serat dikumpulkan lalu dipilin searah jarum jam atau berlawanan jarum jam. Kemudian pilinan benang tersebut disatukan dengan 2 pilinan benang lainnya hingga terbentuk sebuah tali.

Tingkat kelenturan atau elastisitas tali hawserlaid mencapai 40% atau lebih lentur dibandingkan dengan tali kernmantel. Meskipun tersusun atas berbagai jalinan serat, namun tali hawserlaid mempunyai kekuatan yang rendah, mudah terurai, serta sulit dibuat simpul.

Meskipun begitu para perintis panjat tebing (sekitar abad 19), menggunakan tali hawserlaid sebagai pengaman, tali tubuh, ataupun sebagai tali penyebrangan tyrolean. Hingga saat ini tali hawserlaid masih diperlukan pada olahraga panjat tebing untuk menekan resiko pantulan ketika pemanjat tebing terjatuh.

Penyimpanan tali hawserlaid juga tidak bisa sembarangan. Tali ini harus digulung dengan benar untuk mencegah tali terbelit serta disimpul dengan teknik splice pada bagian ujung agar tidak mudah terurai.

Itulah tadi beberapa jenis tali untuk panjat tebing yang perlu diketahui. Sebelum melakukan olahraga ini pastikan peralatan pendukung telah tersedia dan tali yang digunakan memiliki kualitas terbaik. Semoga bermanfaat.